Arsip Kategori: Renungan / Motivasi

Bocah yang Bikin Badan Amal untuk Bantu Pasien Kanker Anak

img
Mason Fountain (dok. dailymail)

Ipswich, Suffolk, detikHealth – Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari seorang ‘malaikat’ kecil yang baru berusia 7 tahun. Karena tahu benar rasanya menderita tumor otak, ia membuat badan amal sendiri untuk membantu bocah-bocah lain penderita kanker. Read the rest of this entry

Chatting With God (Only Motivation)

chatting with god (only for motivasion)

Tuhan : Kamu memanggilKu?

Aku : Memanggilmu? Tidak… Ini siapa yah?

Tuhan : Ini TUHAN. Aku mendengarmu berdoa. Jadi aku ingin berbincang-bincang dengan mu .

Aku : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

Tuhan : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

Aku : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk. Read the rest of this entry

Anak Yang Bijak

Anak Yang Bijak

 

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera

membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar

penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk

menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin. Read the rest of this entry

Kisah Ayah, Anak dan Burung Gagak

Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.

 

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya,

 

“Nak, apakah benda tersebut?”

 

“Burung gagak”, jawab si anak. Read the rest of this entry

RENUNGAN

jika kemarin saya membahas renungan tentang betapa baik dan sabarnya seorang ayah

maka kali ini saya akan membahas tentang kebaikan2 serta kesabaran seorang ibu.

langsung saja simak.

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu

Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.

Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua masakanmu dengan kasih sayang.

Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.

Sebagai balasannya, kau corat-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.

Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah dan mengaji.

Sebagai balasannya kau berteriak. “NGGAK MAU!!”

Saat kau berumur 7 tahun, dia mengajakmu sholat.

Sebagai balasannya, kau lagi-lagi berteriak,”AKU SEDANG NONTON TV!!”

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.

Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus les sekolahmu.

Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah masuk.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja kamu mau.

Sebagai balasannya, kau melompat keluar rumah tanpa memberi salam dan mengecup tangannya.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus dewasa.

Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya.

Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.

Sebagai balasannya, kau tak pernah menelponnya tentang kabarmu hingga membuatnya cemas.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.

Sebagai balasannya, kau menghindar dan mengunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.

Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop dengan temanmu semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.

Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.

Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun dia bertanya,”Dari mana saja seharian ini?”

Sebagai balasannya, kau sudah mulai berani membentak,”Ah ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.

Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku sudah kuliah sudah dewasa tak perlu nasehat ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.

Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa rekreasi atas kelulusanmu…

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.

Sebagai balasannya,”Aduuuh, bagaimana ibu ini, saya ini sudah S1 biar kami yang berpikir sendiri tidak perlu masukan dari ibu.”

Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu.

Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 300 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.

Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Ibu, sekarang zamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan hajatan salah seorang kerabat.

Sebagai balasannya,kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.

Sebagai balasannya, kau baca buku tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

hingga suatu hati kau berkunjung ke rumah ibumu, tampak orang-orang beramai-ramai di rumahnya. Hatimu cemas ada apa gerangan, setelah sampai di depan pintu kau lihat sesosok manusia telah terbujur kaku dengan tertutup kain putih. Lalu kaupun mendekat, dan ternyata setelah kau buka ternyata…Astaghfirullohaladziim….Innalillhi Wa Inna Ilaihi Rojiuun…Ya, dialah ibumu yang selama ini kau sakiti hatinya.

Di usia yang telah senja Allah swt berkenan memanggilnya. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena belum sempat berbakti kepadanya. Hanya penyesalan yang menimpamu.

NB: note ini dikirim oleh teman kitai,dgn email ivana_arum@ymail.com. #RA

Motivasi Hidup Seorang Bob Sadino

Bob Sadino (lahir di Lampung, 9 Maret 1933; umur 78 tahun), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya.

Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan tayangan televisi. Bukan nonton musisi yang nikah cerai melainkan… motivasi hidup seorang pengusaha sukses, Bob Sadino.

Banyak kata inspirasi yang keluar saat wawancara di acara televisi itu, Hingga dapat menggugah kita menjadi orang sukses. Apa saja motivasi hidup yang dia berikan terutama dalam karir. Read the rest of this entry

Hiduplah Dalam Batasan Hari Ini

“Hari Kemarin…

 

Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja… ”

 

“Hari esok…

 

Esok hari belum tiba; biarkan saja…” Read the rest of this entry

Cinta itu Ibarat Bis

Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis.. Sebuah bis kemudian datang, dan kamu bilang, “Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.” Kemudian, bis berikutnya datang.

 

Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”,lalu bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,

tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.  Read the rest of this entry

Kebohongan seorang ibu!!

Apa sumber motivasi terbesar dalam hidup? mungkin jawaban yang tepat adalah CINTA!! Cinta di sini bukan hanya berarti hubungan sepasang insan berlainan jenis, namun lebih kepada cinta universal. Cinta seorang ibu atau orangtua pada anaknya atau sebaliknya.. Inilah kekuatan terbesar yang dimiliki yang bisa menjadi sumber motivasi bagi semua orang.

 

 

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir di sebagai seorang anak laki-laki di keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan sebagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” Read the rest of this entry

Terus Bermimpi Terus Beraksi

Setiap orang di dunia ini pasti punya mimpi, mimpi alias dream atau sering disebut juga dengan keinginan/cita-cita. Walaupun ada sebagian kecil orang yang tidak memiliki keberanian untuk bermimpi, tapi dalam hatinya, mereka pasti memiliki banyak impian. Bagaimana dengan kamu? Jika kamu memiliki banyak mimpi, saya ucapkan selamat, kamu harus merasa senang karena kamu berarti masih normal,dan itu juga berarti kamu sudah punya modal awal untuk meraih keberhasilan. Karena mimpi adalah awal dari segala keberhasilan, semua pencapaian manusia yang menakjubkan yang pernah terjadi itu berawal dari mimpi.

Dulu orang bermimpi untuk bisa terbang, dan mimpi itu kemudian bisa menjadi kenyataan sekarang. Dulu orang bermimpi untuk bisa berbicara dengan orang lain yang jaraknya ribuan kilometer, sekarang hampir semua orang bisa melakuannya. Dulu orang bermimpi untuk membuat computer canggih yang dapat digenggam tangan, sekarang produk seperti itu sudah banyak beredar dipasaran. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 392 pengikut lainnya.